Libur yang Menyenangkan
oleh: Muh. Fakhri Rsyidi
Sudah seminggu Reno libur hingga kejadian tersebut terjadi. Sebenarnya tidak ada masalah dengan laptop, masalahnya itu di “Reno”nya karena dia keseringan kecanduan dengan laptopnya sampai-sampai selalu mengunci diri di kamarnya, kalaupun dia keluar palingan dia hanya keluar untuk makan, minum ataupun ke kamar kecil. Tapi karena keseringan sehingga ibunya marah dan akhirnya menyita laptop tersebut (kata menyita memang mungkin lebih bagus digunakan). Dan juga hingga setelah itu Reno pun tidak diperbolehkan untuk mengunci pintu kamarnya.
Sehari kemudian, disaat ibu Reno pergi bekerja, Reno kemudian masuk kedalam kamar ibu dan mencari laptopnya dilemari ibunya, dilaci meja, dan disegala tempat dikamar tersebut, ternyata sia-sia saja. Lalu kemudian ke kamar kakek dan neneknya, tapi sebelum itu dia menunggu dulu hingga kamar tersebut kosong tanpa ada seorang pun didalamnya, kemudian diapun masuk dan memeriksa dulu lemarinya dan disana tenyata laptopnya. Setelahnya dia cepat-cepat keluar dan membawa laptopnya kekamarnya dan menyembunyikannya tepat di bawah kasurnya.
Hari ini Reno merasa tampak biasa-biasa saja sejak pagi tadi dan juga pastinya tidak menyalakan laptop karena ibunya masih ada di rumah meskipun sudah dipaksa sama adiknya. Reno sudah tahu bagaimana harusnya dirumah dan diwaktu mana ada kesempatan untuk menyalakannya. Karena jika tidak pasti laptopnya diambil lagi. Jadi Reno pagi ini bangun lalu sholat subuh, sarapan, bersepeda dengan adik berkeliling kota, kembali ke rumah, mandi, nonton, selepas semua itu tidur. Reno pun bangun dan melihat jam menunjukkan sudah pukul 1:30. Lalu diapun segera berwudhu untuk melaksanakan sholat zuhur. Selepas sholat diapun mencari adiknya lalu bertanya:
“dik, ibu sudah berangkat ya.”
“Iya, emangnya kenapa? Pasti mau main lagi kan.”
“Iya. Tapi Ibu pergi kemana sih?.”
“katanya ibu pergi ke kota sebelah, katanya ada urusan yang sangat penting.”
“berarti lama dong. Akhirnya bias main juga.”
Setelah itu, Reno pun makan siang dulu, setelahnya lalu ke kamar dan menyalakan laptopnya dilengkapi dengan harddisk dan stik gamenya. Akhirnya diapun main. Tapi tidak disangka-sangka, setelah bermain hingga dia lupa waktu dan juga melupakan bahwa adiknya ada disampingnya, ternyata Ibunya membuka pintu kamar Reno hingga dia kaget. Dia hanya pasrah ditempat setelah fakta bahwa dia telah tertangkap basah, ibunya pun berkata:
“Reno, kenapa laptop itu ada di kamu padahal laptop itukan sudah ibu simpan di dalam kamar kakek?.”
Tidak ada kata lain “Anu..emm..seperti yang dipikir ibu.”
Sambil membawa laptop “Sudah mainnya, lebih baik kamu sepedahan diluar atau main sama adikmu tuh.”
“Terus ibu kenapa cepat banget kembalinya?.”
“Ibu kelupaan barang, jadi kembali dulu.”
Singkat cerita, Reno pun keluar dari kamar dengan harus menerima bahwa laptopnya sudah tidak ditangannya. Dan dia sudah mengira bahwa ibunya pasti menyembunyikannya di tempat yang tidak kuketahui dirumah ini. Yah, jadi setelahnya seperti di awal cerita Reno pun nonton hingga waktu magrib dan setelah kejadian tersebut dia pun tidak pernah lagi menyentuh laptopnya hingga dia kembali ke sekolahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar