Sabtu, 29 November 2014

cerpen 'nak ar-rasyid

Spektrum cinta yang sirna
by Muhammad Wahyu 
         Hari yang cerah, kini kicauan burung telah kembali membuka cakrawala petualangan hidupku. Pagi yang indah, langit dengan tudung birunya juga tampilan siluet-siluet putih nan lembut tak mau ketinggalan juga si bola langit yang selalu tampil memukau, walau nampaknya masih malu-malu.
         Kumulai langkahku pagi ini dengan lantunan asma Allah. Sang penentu segalanya. Pagi ini tujuan utamaku adalah gedung kantor Qyu FM. Karena di gedung ini tempat penjualan tiket konser artis favoritku. Bruno mars. ku ingin sampai secepat mungkin agar tidak kehabisan tiket. Akhirnya ku putuskan untuk setengah berlari kesana mungkin karena terlalu bersemangat tanpa sengaja aku menabrak seseorang seketika itu pula aku langsung tersungkur ke tanah dan dan ahh !!! kok belum sampai ke tanah, batinku.ku coba membuka mataku dan kulihat sepasang tangan yang menolongku tadi. Ku coba palingkan wajahku dan kulihat sesosok pria yang berperawakan tegasnan tgap yang tampak serdas dan intelegent. Dunia terasa berada di akhirr rotasinya. Waktu seakan melambat. Ya tuhan apakah yang sedang ku rssakan ini ?. gumamku dalam hati. “maaf saya tisdak segaja tadi !” kata pria ini sambil menyadarkanku dari lamunanku” Ah iya nggak apa-apa lagian aku kok yang salah” balasku sambil membetulkan posisi dan busanaku. Kejadian ini terjadi begitu singkat tapi mengapa sangat membekas.
           Setelah itu ku teruskan langkah ku ke tempat tujuanku. Setelah ku masuk ku langsung menuju tempat penjualan tiket tersebut. Tiba-tiba si penjual tiket berteriak “ayo yang mau beli tiket cepetan tinggal dua tiket lagi” refleks ku langsung berlari secepat mungkin dan brukk ! aku terjatuh lagi entah siapa lagi yang menabrakku untuk kedua kalinya . karena rasa penasaran aku pun menoleh ke samping dan kulihat cowok itu lagi.”maaf” kata itu terucap lagi dari bibirnya yang tampak sangat memukau. “eh kamu kan cowok yang ada di depan tadi kok bisa ketemu disini lagi, kamu mau kemana ?’ tanyaku penuh selidik.”oh aku mau beli tiket . tadi kta penjualnya tiketnya tinggal dua spontan aku lari karena tidak mau kehabisan tiket” balasnya“oh kamu mau beli tiket juga ? sama dong. Kalau bigitu kita pergi bareng bareng yuk!” ajakku seketika itu.
Setelah kejadian itu kami pun kenalan dan akhir aku tau siapa namanya . yuda ananta tur. Hampir mirip dengan nama sastrawan favoritku. Pramudya ananta tur. Semakin hari hari aku semakin sering diajaknya jalan sampai pada malam minggu ini dia mengajakku makan malam di sebuah taman yang ditegahnya ada semacam pancuran air yang selalu mangalirkan air di tengah taman itu . aku terus menunggu menunggu dan menunggu samapai akhirnya ia pun datang dan berkata “boleh aku tutup mata kamu aku mau menunjukkan sesuatu ke kamu ? “oke!” jawabku tanpa pikir panjang lagi. Aku tidak tau kemana dia ingin mengantarku, tapi yang jelas saat ini aku menaiki tangga dan tibalah aku ditempat yang ia maksud.”siap? “ katanya “yah aku selalu siap” jawabku dengan mantap .
Seketika itu aku terperangah .terperanjat ku dibuatnya . aku tak mampu berkata apa-apa lagi. Aku seakan terbang melayang dan mengapung diudara .malam ini aku benar dibuatnya terpukau karena dari tempat yang tinggi ini aku melihat dibawah san ada kelap-kerlip lampu yang bertuliskan “ I LOVE YOU” kupandangan dia dan ku lihat dia mengulurkan sebuah kotak yang berisi sepasang cincin . dengan malu-malu kuanggukkan kepalaku dan diapun memasangkan cincin itu ke jari manisku.. aku pun diajaknya malam ini berkeliling kota menikmati suasana malam yang penuh dengan gemerlap. Tuhan terima kasih atas semua ini. Ini membuatku semakin sempurna.
Keesokan harinya, tante andien nelpon. Ada apa tante andien nelpon sepagi ini?. Tantaku dalam hati..
”iya halo tante ada yang bisa saya bantu . ? “ jawabku sekedar basabasi.
“intan . Ana intan dia kena kanker otak stadium tiga” jawabnya tersedu-sedu seperti sedang menahan kepedihan yang sangat pedih.
“kok bisa tante ?” tante juga nggak tau!
” baik tente aku akan segara kesana” jawabku setengah buru-buru.
Taklam kedian aku sampai di rumah sakit tempat Ana dirawat.
”hai Ana apakabar? “ tanyaku sekedar ingin memberinya semagat pagi
“baik” jawabnya
“aku punya kabar bagus untuk kamu, aku semalam udah jadian lohh” “wah selamat . kamu gadis yang sangat beruntung karena udah memiliki kekasih dan masih berumur panjang, sedangkan aku udah nggak punya pacar dan sebentar lagi aku juga akan mati”
”eh! Jangan ngomong kayak gitu, kamu pasti sembuh”
aku tahu apa yang dirasakan teman sejatiku ini. Dia sudah kuanggap sebagai saudraku sendiri.ya tuhan apa yang harus kulakukan untuk mengisi kebahagiaan temanku di sisa hidupnya . apa harus ku pinjamkan yuda kepada Ana untuk jadi pacar sementaranya Ana. Pikirku . oke biarlah ini juga cuma sementara kok !. oke akan kulakukan semua untukmu Ana .
Malam ini aku sengaja mengajak yuda untuk ketemuan di tempat biasa kami bertemu.
”yudai, ada yang mau ku bicrain sama kamu !”tanyaku mencairkan suasana .
“apa , kamu ceritain aja . aku siap dengar kok.”balasnya.
“gini aku kan punya sahabat sejati namanya tuh Ana dia sudah gue anggap sebagai saudara sendiri . daituh kena kanker stadium tiga. Trus dia tuh sanagt mau ngerasain yang namanyan cinta , jadi kamu mau nggak jadi pacar sementaranya dia . sementara ajah kok. Mau yahhh” pintaku sambil merengerk kepadanya
“tapi, apa kamu rela dan ikhlas melihatku dengan gadis lain? “
“iya aku rela demi Ana” jawabku setengah ragu. Tuhan aku yakin engkau akan membantuku. Batinku penuh harap.
Akhirnya siang ini kuperkenalkan yuda pada Ana dan kuceritakan semua . yuda pun ikut serta .dan akhiernya Ana pun mau. Aku sudah bilang pada Yuda agar berusaha mencintai Ana seperti dia mencintaiku. Semua berjalan seperti apa yang aku iginkan sampai pada hari dimana Ana harus dioperasi yuda pun masih bersmanya dan selalu setia disampingnya . Ya tuhan mengapa hatiku seperti sangat susah mengikhlaskan mengapa aku seperti ini tuhan tolong tabahkan hatiku. Doaku di sujudku siang ini. akhirnya operasi Ana hari ini berjalan lancar tanpa gangguan. Aku pun ingin menemui Ana di kamar rawatnya . tapi,ku urungkan niatku unuk masuk kesana karna kulihat yuda mencium kening Ana dengan penuh kidmat aku tak mau mengganggu suasan yang penuh kebhagiaan ini. Tapi, tuhan apa ini , Kenapa pipiku basah kenapa tiba-tiba air mataku tak mampu terbendungi. Yah tuhan kenapa aku merasakan sakit yang teramat perih tuhan bantu aku kumohon. Kataku dalam hati sambil menanguis tersedu-sedu. Tiba-tiba tante Andien berada di dekatku
“eh tante” jawabku segera sambil menghapus bulir-bulir air mata yang tak kunjung berhenti ini. Ku dibuat   terperanjat..
“terima kasih nak, berkatmu Ana jadi sembuh total” jawabnya penuh dengan kebahgiaan dan juga lengkungan bibir manis yang penuh dengan keikhlasan dan tanpa ada sandiwara disana
”aku turut bahagia tante “balasku .
setelah itu aku pamit pulang dan diantar oleh yuda .
“ yud, besok aku mau cerita sama kamu , kamu ada waktu nggak? “ tanyaku sebelum turun dari mobil.
“yah tentu saja di tempat biasakan ? ”aku pun megangguk tanda setuju . aku pun berlalu. Dan langsung merebahkan badan di kasur empukku.Hufft . desahku. Aku pun terlelap dengan sanagat cepat.
Pagi ini cuaca mendung. Awan tampak mulai meneteskan sedikit demi sedikit bulir-bulir peluhnya ke bumi persadaku.warisan pertiwi. Ku tengok jam dindingyang menempel di dinding kamarku yang bercat serba biru. Warna favoritku. Jam itu menunjukkan pukul 09.00. aku tlah menunggu yuda di jendela kamarku. Karena sudah terlalu lama menunggu aku putuskan untuk tidur sejenak sampai yuda datang. Dalam tidurku aku bermimpi yuda hilang dan diambil oleh orang yang sangat ku kenal.Ana. astagfirullah! Langsung terjaga dari tidurku . tuhan pertanda apa ini, apakah benar yuda akan direbut oleh Ana ?. batinku penuh cemas. Sekali lagi ku lihat jam dindingku. Hahh ! kenapa yuda belum juga datang ?.gumamku. segera kuraih Handphone-ku dan kucari kontak yuda dan segera menghubunginya. Perasaanku menjadi tidak enak. Apakah gerangan yang terjadi ?.
”ya halo intan. Tunggu bentar yuda lagi ke WC, emangnya ada perlu apa? Nanti saya sampaikan”.
Dadaku sesak seketika jadi, yuda lebih pilih Ana dari pada aku.batinku.
”kamu sekarang dimana?”tanyaku.
”di restauran nusa”jawabnya.
Tuhan itukan tempat favorit yuda dan aku. Aku pun menutup telponnya dan bergegas menuju restauran nusa. Sesampai disana aku langsung dibuat hancur karena aku langsung melihat mereka berpegangan tangan. Aku pun mengahampiri mereka
“yud, aku mau bicara sama kamu “. Yuda pun akhirnya ikut di belakangku.
“yud kamu mau kita putus ?”
“maksud kamu ?”
“iya buktinya kamu lebih pilih Ana daripada aku”balasku dengan nada tinggi.
” Kamu jangan cemburu tan, aku kan lakukan ini hanya boongan nggak asli’. Iyah tapi aku juga nggak tau kenapa saat liat kamu dengan Ana aku selalu cemburu”
”aku mau kalian putusdan kiata kembali seperti dulu" pintaku pada yuda.
“kamu jangan egois seperti ini,kamu yang bilang aku egois, kamu bilang aku egois ketika aku menuntut cinta yang sempurna darimu”
“iya karena kamu Cuma memikirkan dirimu sendiri kamu tidak pernah memikirkan Ana yang umurnya tinggal 2 hari lagi”
“Ana udah sembuh total”
“hah itu bohong, dia berkata kayak gitu Cuma karena ingin membuat tante andien senang aku nggak mau tau pokoknya kamu harus putus sekarang juga, titik!” nada suaraku makin meninggi.
”dasar egois. Kamu tahukan aku paling sama orang egois. Oke kita putus aku lebih suka orang yang umurnya dua hari lagi dari pada orang egois seperti kamu.”bentaknya.
yuda pun pergi bersama Ana dan meninggalkan aku sendiri.untuk selamanya. Tuhan apakah benar aku seegoh itu?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar